Relawan ‘Paksa’ Antar Delapan ODGJ Jalani Rehabilitasi di Lampung

Limapuluh Kota, Presindo – Tim relawan Palanta Aksi Kemanusian dan Sosial (Pak’sa) yang dipimpin mantan Wakil Bupati Limapuluh Kota Ferizal Ridwan, kembali melakukan aksi kemanusian mengantarkan delapan orang dengan gangguan kejiawaan (ODGJ) ke Yayasan Aulia Rahma di Bandar Lampung untuk direhabilitasi dan dirawat

Wakil Bupati Lima Puluh Kota periode 2016–2021, Ferizal Ridwan tak patah arang setelah tidak lagi menjabat wakil bupati. Dirinya tetap aktiv membantu masyarakat tanpa fasilitas negara.

Masyarakat Limapuluh Kota memang tak asing lagi dengan mantan wabup yang disebut gila tersebut. Gilanya Ferizal Ridwan, adalah gila melakukan hal-hal yang di luar dugaan dan kadang nekat.

Tercatat sebanyak 12 orang warga yang dipasung  karena gangguan jiwa telah ia selamatkan. Mereka semua diantarkan Rumah Sakit di Padang, Bengkulu, dan Pekanbaru. Terbaru sebanyak 11 orang dibebaskan ke Lampung.

“Kini diantar 8 dan dipulangkan nanti 3,” ujar pria yang akrab disapa buya tersebut di Limapuluh Kota, Senin 9 Januari 2023

Kerja-kerja sosial ini telah dilakoninya sejak tahun 1994 sewaktu menjadi Ketua Karang Taruna Teladan Nasional. Pada tahun 2000 ia konsen pada aksi sosial khusus di daerah basis PDRI yang sekaligus mengurus pelurusan sejarah PDRI dan pengakuan akan PSRI.

Pada 2004-2009 saat ia duduk menjadi anggota DPRD Kabupaten Limapuluh Kota, Buya Feri aktif memberikan bantuan dan melepaskan orang dalam pasungan, orang tua jompo, serta rehab rumah.

Dalam aksinya kini Buya Feri membentuk komunitas dengan nama Palanta Aksi Kemanusian dan Sosial (Pak’sa).

“Sebuah organisasi atau komunitas yang berada dalam palanta adalah orang yang sehobi atau orang yang terpanggil jiwanya,” kata Buya Feri.

Komunitas ini ia dirikan semenjak darurat covid. Ia merasa terpanggil untuk membantu mereka para kaum dhuafa, orang dengan gangguan jiwa, penyakit menahun dan persoalan sosial lainnya.

Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) merupakan permasalahan yang kompleks sehingga memerlukan penanganan yang tepat, tukasnya. (Ady Parker)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *