Tradisi Jalang Manjalang Semarakkan Alek Balerong Nagari Tanjung Balik

Lima Puluh Kota, Presindo.com Tradisi jalang manjalang kembali mewarnai pelaksanaan Alek Balerong di Nagari Tanjung Balik, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Selasa (24/3/2026).

Kegiatan ini berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan, menjadi bukti kuat bahwa nilai adat dan budaya masih terjaga di tengah masyarakat.

Alek Balerong tahun ini tidak sekadar menjadi ajang seremonial, tetapi juga momentum untuk mempererat silaturahmi antar warga.

Tradisi jalang manjalang yang menjadi bagian penting dalam rangkaian acara menghadirkan nuansa kekeluargaan yang hangat serta memperkuat hubungan sosial di tengah masyarakat nagari.

Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN), Petumas Datuk Mangkuto, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

Ia juga mengingatkan bahwa kondisi saat ini menuntut masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan dan saling mendukung, mengingat tantangan ke depan tidaklah ringan, terutama demi masa depan generasi anak dan cucu.

Petumas menegaskan bahwa warisan yang ditinggalkan oleh para leluhur harus dijaga dengan baik. “Apa yang kita nikmati hari ini adalah titipan yang harus kita pelihara dan kelak diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar harta pusaka dan warisan adat tidak sampai berpindah kepemilikan kepada pihak lain.

Menurutnya, hal tersebut akan menjadi penyesalan dan tanggung jawab besar, baik di dunia maupun di akhirat.

Untuk itu, ia mengajak seluruh masyarakat agar bersama-sama menjaga serta mempertahankan warisan adat yang ada saat ini.

Sementara itu, Ketua Bamus, Riri Mardi, menegaskan pentingnya memperkuat persaudaraan antar warga.

Ia menilai kegiatan seperti Alek Balerong merupakan wadah yang efektif untuk membangun rasa persatuan dan kebersamaan di tengah masyarakat.

Wali Nagari Tanjung Balik, Andi Altoni, S.Pt., turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh unsur masyarakat yang telah berpartisipasi. Ia menilai tingginya solidaritas masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menjaga keberlangsungan tradisi di nagari tersebut.

“Solidaritas masyarakat kita masih sangat kuat. Ini harus kita pertahankan. Melalui momen ini, mari kita saling memaafkan dan mempererat kembali hubungan persaudaraan,” ujarnya.

Di sisi lain, salah seorang ninik mamak penghulu, Muhammad Darul Dt. Muko, menyampaikan bahwa tradisi Alek Balerong merupakan warisan turun-temurun dari para leluhur yang telah lama hidup dan berkembang di tengah masyarakat.

“Alhamdulillah, hingga saat ini tradisi ini masih terus dilestarikan. Nilai-nilai adat yang terkandung di dalamnya harus senantiasa kita jaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” ungkapnya.

Dengan semangat kebersamaan dan pelestarian budaya, Alek Balerong Nagari Tanjung Balik diharapkan terus menjadi simbol kekuatan adat dan persatuan masyarakat, sekaligus menjadi warisan berharga bagi generasi yang akan datang.

(Migel Saputra)