JAKARTA, – Langkah pengunduran diri Kepala Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI, Letjen TNI Yudi Abrimantyo, yang secara ksatria menyerahkan jabatannya di tengah pengusutan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis, dinilai sebagai momentum krusial bagi transparansi hukum. Keputusan ini dipandang sebagai bentuk pertanggungjawaban moral tertinggi seorang pimpinan demi menjaga marwah institusi di mata publik.
Ketua Umum Generasi Muda Peduli Indonesia (GaMPI), Nini Arianti, menegaskan bahwa mundurnya Kabais harus menjadi pembuka jalan bagi pengungkapan kasus secara benderang. Menurutnya, masyarakat saat ini menaruh harapan besar agar aktor intelektual atau dalang di balik peristiwa penyiraman tersebut segera terungkap secara transparan.
“Sikap ksatria untuk mundur akibat peristiwa ini adalah langkah awal yang sangat berani. Namun, harapan rakyat tidak berhenti di situ. Publik ingin melihat kejelasan siapa dalang di balik kasus ini. Keterbukaan informasi adalah kunci agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga dan tidak ada lagi spekulasi yang merugikan nama baik institusi,” ujar Nini dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (27/03/2026).
Nini menilai, keberanian TNI untuk memproses hukum anggotanya sendiri dan sikap pimpinan yang bertanggung jawab adalah bukti bahwa TNI selalu bersama rakyat. Ia menekankan bahwa kejujuran dalam menuntaskan kasus ini justru akan mempertebal rasa cinta masyarakat kepada TNI.
“Kami di GaMPI sangat meyakini bahwa masyarakat tetap mencintai TNI dengan segala dinamika dan ketulusannya untuk berbenah. Cinta itu tidak akan luntur jika hukum tegak seadil-adilnya. Dengan mengungkap dalang penyiraman ini secara terbuka, TNI sedang membuktikan bahwa mereka adalah ksatria sejati yang tidak melindungi kesalahan, melainkan melindungi kebenaran,” lanjut aktivis perempuan tersebut.
Bagi GaMPI, transparansi dalam kasus ini merupakan oase yang menyejukkan di tengah dinamika nasional. Nini berharap semangat ksatria ini menjadi standar baru dalam kepemimpinan, di mana kepentingan bangsa dan keadilan hukum ditempatkan di atas segala kepentingan pribadi atau kelompok.
“Harapan kita sederhana: keadilan yang tuntas. Ketika dalangnya terungkap dan prosesnya transparan, rakyat akan merasa tenang dan semakin bangga memiliki TNI yang profesional. Mari kita jaga suasana positif ini agar TNI tetap menjadi benteng harapan yang dicintai seluruh rakyat Indonesia,” pungkas Nini dengan optimisme tinggi.
