PAYAKUMBUH. Presindo.com — Di tengah masyarakat masih banyak yang memahami secara keliru antara kelompok seni hiburan Omara dan Amourha. Sebagian warga menilai keduanya hampir sama, baik dari segi manajemen, sistem, maupun pengurusnya. Padahal, kenyataannya kedua entitas tersebut sudah sangat jauh berbeda, mulai dari struktur kepemimpinan, manajemen, hingga sistem operasionalnya. Hal ini perlu diluruskan agar tidak terjadi kesalahpahaman berkelanjutan di tengah masyarakat.
Omara: Bergerak di Bawah Naungan Yayasan Berbadan Hukum
Organisasi hiburan Omara berada di bawah pimpinan langsung Bapak H. Wan, yang juga dikenal dengan usaha martabak Mesir. Omara bergerak di dunia hiburan resmi dan bernaung di bawah Yayasan Insan Seni Luak Lima Puluh Kota, sebuah yayasan yang sudah berbadan hukum. Artinya, seluruh kegiatan dan operasional Omara berjalan dalam koridor hukum dan aturan yang berlaku.
Selama lebih dari 5 tahun berjalan di bawah naungan Bapak H. Wan, Omara telah menetapkan standar dan aturan yang tegas bagi seluruh anggotanya. Salah satu poin utama yang selalu ditekankan adalah soal etika dan penampilan. Seluruh artis dan pengisi acara yang tergabung dalam Omara wajib berpakaian sopan dan tertutup, serta dilarang keras mengenakan pakaian yang terlalu seksi atau tidak pantas. Aturan ini menjadi pedoman utama yang dijaga secara konsisten dalam setiap penampilan.
Kesalahan Pemahaman Masyarakat
Sampai saat ini, masih banyak kalangan masyarakat yang menganggap Omara dan Amora adalah satu kesatuan atau memiliki manajemen dan sistem yang sama. Ada anggapan bahwa arris (artis/pengisi acara) yang tampil pun berasal dari lingkungan yang sama. Padahal, hal tersebut adalah kesalahan pemahaman yang besar.
Faktanya, Omara dan Amourha sudah sangat jauh berbeda — baik dari segi sistem, manajemen, maupun struktur kepemimpinannya. Keduanya berdiri sendiri dengan kebijakan, aturan, dan visi misi yang tidak sama.
Harapan Agar Tidak Tertukar
Pihak Omara berharap agar masyarakat dapat memahami perbedaan ini dengan jelas, sehingga tidak lagi menyamakan keduanya. Omara terus berkomitmen menjadi wadah hiburan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menjaga norma kesopanan dan ketertiban masyarakat, di bawah payung yayasan yang sah dan berbadan hukum.
“Masyarakat diharapkan dapat membedakan dengan jelas antara Omara dan Amourha Kami sudah berbeda arah, berbeda pengelolaan, dan berbeda aturan. Omara berada di bawah Yayasan Insan Senior Luak Lima Puluh Kota yang berbadan hukum, dan kami sangat menjaga kesopanan serta etika dalam setiap penampilan kami,” ujar pihak pengurus Omara.
(Inyiak pTP)







