PAYAKUMBUH, presindo.com — Keputusan Pemerintah Kota Payakumbuh untuk melanjutkan pembangunan kembali Pasar Payakumbuh yang bekas terbakar terus mengemuka sebagai langkah strategis yang didasari azas manfaat bagi kepentingan masyarakat luas, terutama para pedagang yang selama ini menggantungkan mata pencaharian di sana. Pembangunan ini dinilai sangat mendesak untuk segera direalisasikan, bukan hanya demi pemulihan ekonomi warga, melainkan juga untuk mencegah dampak negatif yang akan muncul jika proyek ini terus tertunda.
Demikian penekanan yang disampaikan berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh masyarakat dan pemangku kepentingan, dalam diskusi terkait kelanjutan proyek pembangunan pasar tersebut, Jumat (4/9/2026).
Salah satu tokoh masyarakat sekaligus warga Parit Rantang, Pak Epi, menyampaikan kekhawatirannya jika pembangunan pasar ini terus ditunda. Menurutnya, dampak yang akan ditimbulkan sangat besar dan merugikan banyak pihak.
“Seandainya pembangunan Pasar Payakumbuh ini ditunda, pertama lokasi bekas pasar itu akan terlihat seram dan kosong melompong, tempat yang sepi itu pun akan rentan terjadinya kemaksiatan dan hal-hal yang tidak diinginkan. Lokasi tersebut tidak akan ada kegunaan dan manfaatnya bagi orang banyak. Belum lagi banyak sekali keluarga yang kehilangan mata pencahariannya,” ujar Pak Epi dengan nada prihatin.
Ia juga mengingatkan agar para niniak mamak dan seluruh elemen adat turut memikirkan kepentingan anak kemanakan mereka yang selama ini berdagang di pasar untuk memenuhi kebutuhan hidup. “Kita harus memikirkan secara ekonomi dan pertumbuhan ekonomi Kota Payakumbuh. Kami berharap niniak mamak juga harus memikirkan kepentingan anak kemanakannya yang berjualan dan memenuhi kebutuhan ekonominya dengan berdagang di pasar ini,” tambahnya.
Senada dengan itu, Ketua Lembaga Anti Narkotika (LAN) Kota Payakumbuh, AKBP (Purn.) Rusirwan, S.H., menegaskan bahwa Pemerintah Kota Payakumbuh pasti memiliki dasar dan pertimbangan kuat dalam mengambil keputusan untuk merobohkan dan membangun kembali Pasar Payakumbuh yang bekas kebakaran. Menurutnya, keberadaan pasar itu sangat bermanfaat bagi kepentingan orang banyak.
“Pemerintah Kota pasti ada dasarnya merobohkan Pasar Payakumbuh yang bekas kebakaran itu. Pasar itu sangat bermanfaat bagi orang banyak. Namun jika pembangunannya terus ditunda-tunda, dikhawatirkan anggaran yang telah diberikan oleh Pemerintah Pusat untuk proyek ini bisa kembali ditarik atau dikembalikan ke pusat,” tegas AKBP (Purn.) Rusirwan.daerah kita sgt menghormati musyawarah mufakat ini di pasti ditinggikan kami berharap jg antara kedua blh pihak bs memikirkan yg terbaik demi masyarakat dan kota pyk
Ia menambahkan, jika anggaran tersebut kembali ke pusat, maka kerugiannya tidak hanya dirasakan oleh pemerintah daerah, melainkan seluruh masyarakat Payakumbuh yang menantikan kehadiran pasar baru sebagai pusat kegiatan ekonomi rakyat.
Pembangunan Pasar Payakumbuh yang baru ini memang menjadi harapan besar ribuan pedagang dan masyarakat luas. Pasar yang dulunya terbakar habis itu merupakan urat nadi perekonomian masyarakat Kota Payakumbuh dan kawasan sekitarnya. Jika pembangunannya segera berjalan, maka roda perekonomian akan kembali berputar, daya beli masyarakat meningkat, dan para pedagang bisa kembali menafkahi keluarga mereka dengan layak.
Para tokoh masyarakat dan elemen yang peduli terhadap kelangsungan ekonomi kota ini pun berharap agar seluruh pihak, baik pemerintah daerah maupun tokoh adat, dapat bersatu padu, saling memahami, dan mengutamakan azas manfaat bagi kepentingan rakyat banyak agar pembangunan Pasar Payakumbuh dapat segera terealisasi tanpa hambatan. Sehingga tidak ada lagi waktu yang terbuang sia-sia dan anggaran yang sudah disiapkan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya demi kemakmuran masyarakat Payakumbuh.(Inyiak ptp)







