Peringatan Hari Pahlawan, Ini yang Disampaikan Irfendi Arbi

Payakumbuh, Presindo.com

Sebagai putra dari seorang pejuang kemerdekaan di Sumatera Barat, mantan Bupati Limapuluh Kota periode 2016-2021, Ir. Irfendi Arbi, MP paham benar cara memaknai Hari Pahlawan yang diperingati setiap tanggal 10 November itu.

Menurut anggota Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan TNI/POLRI Indonesia (FKPPI) dan mantan aktivis KNPI serta mantan aktivis mahasiswa ini, memaknai Hari Pahlawan setiap 10 November, pada hakekatnya adalah untuk mengenang peristiwa pahit dan perjuangan tanpa pamrih para pahlawan bangsa dalam mengusir penjajah dari bumi Pertiwi ini.

“Perjuangan yang ditempuh sebagai ikhtiar dalam merebut kemerdekaan dari jajahan kolonialisme dan imperialisme di Indonesia,” ungkap Irfendi Arbi.

Artinya, ulas Irfendi Arbi, para pahlawan itu berjuang dengan mengorbankan semuanya untuk mewujudkan harkat martabat bangsa Indonesia supaya sejajar dengan bangsa lain di dunia serta diakui sebagai sebuah negara yang berdaulat di belahan bumi ini.

“Sebagai generasi penerus, jadilah genarasi muda pahlawan yang akan melanjutkan cita-cita mereka dengan bekerja dan berkarya nyata sesuai profesi dan bidang masin-masing,” tutur Irfendi sembari menyebut, khususnya bagi pelajar dan generasi muda Indonesia memaknai hari pahlawan dengan cara mempersiapkan diri dengan belajar sungguh-sungguh agar memiliki kemampuan intelektual yang mumpuni, keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan abad 21 serta menghiasi diri dengan akhlak mulia, karena para pelajar hari ini merupakan pelanjut estapet kepemimpinan baik tingkat daerah maupun nasional dimasa mendatang.

Melalui momentum peringatan Hari Pahlawan ini diharapkan lahir para pelajar yang mampu berkata ini lah saya, bukan jadi pelajar yang membanggakan, ini bapak saya. Sebagaimana ungkapan Ali bin Abi Tholib, pemuda bukan yang berkata ini lah bapak saya, akan tetapi pemuda itu dia mampu mengatakan inilah saya.

Lanjut Irfendi Arbi, bagi genarasi tua hari ini, jadilah bapak pahlawan bangsa saat ini. Kita generasi tua hari ini, baik para orang tua, guru, tokoh masyarakat maupun pemimpin daerah, hendaklah memaknai Hari Pahlawan dengan cara menyiapkan generasi muda saat ini yang tangguh, inovatif, kreatif dan mandiri dalam menjalani hidupnya dimasa mendatang.

“Jangan biarkan mereka terjerumus narkoba, jangan biarkan mereka hanyut dalam pergaulan bebas, jangan biarkan mereka terlena dengan game onlinenya, karena itu semua merusak masa depannya. Jika masa depannya rusak, maka bangsa ini akan mengalami krisis kepemimpinan dimasa mendatang,” ujar Irfendi Arbi.

Makanya, tukuk Irfendi Arbi, melalui Hari Pahlawan ini, kita gerasi tua menjadi pahlawan yang membina dan mendidik mereka agar siap jadi pemimpin dimasa mendatang, lebih tahun 2045 yang dikenal dengan generasi emas.

Dulu pejuang bersatu, tinggalkan ego pribadi dan daerahnya masing baru bisa merdeka. Makanya kita hari ini harus saling bahu membahu antara orang tua, guru di sekolah, tokoh masyarakat maupun pemimpin daerah dalam satu tekad menyiapkan dan menjadikan generasi muda hari ini siap jadi pemimpinan yang baik, visioner, berwibawa dan berakhlak mulia agar terwujud cita-cita bersama.

Diungkapkan Irfendi Arbi, hal ini merupakan bentuk penghargaan kita terhadap jasa para pahlawan yang mempertahankan NKRI. Orang bijak mengatakan bangsa yang besar adalah bangsa yang memahami dan memaknai perjalanan sejarah bangsanya.

“Memang memaknai nilai-nilai kepahlawanan saat ini tidak harus dengan mengangkat senjata dan tidak harus turun ke medan perang. Namun, sebagai generasi penerus bangsa, seluruh lapisan masyarakat Indonesia hendaknya menjunjung tinggi sifat dan sikap kepahlawan yang dapat diteladani melalui perjuangan pahlawan bangsa untuk memperbaiki kondisi bangsa saat ini,” ulas Irfendi Arbi.

Tegasnya, tukuk Irfendi Arbi, Hari Pahlawan sebaiknya dimaknai dengan hal-hal positif, bermanfaat bagi bangsa dan negara. Karena apa yang sudah kita rasakan ini adalah hasil perjuangan para Pahlawan.

Perlu diingat, tegas Irfendi Arbi, kita bisa hidup damai dan tenang hari ini adalah hasil cucuran darah para pejuang di masa lalu. Hari ini kita bisa makan, bekerja dan bisa berkeliling ke belahan dunia yang kita inginkan, dikarenakan banyak pejuang kehilangan nyawa mereka, banyak wanita yang jadi janda karena suami gugur di medan perang, serta banyak anak-anak jadi yatim maupun piatu karena ayah bundanya wafat di medan tempur merebut kemerdekaan bangsa ini.

“Hari Pahlawan bukan hanya sekadar hadiah atau sekadar seremonial semata, melainkan untuk mengenang para jasa pahlawan yang telah gigih berani, rela mengorbankan jiwa, raga, dan hartanya demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Ini artinya, berjuang melanjutkan cita-cita kemerdekaan membutuhkan pengorbanan waktu yang seharus untuk bermain digunakan untuk membaca dan belajar, mengorbankan uang yang seharusnya digunakan untuk makan, tapi dipakai untuk memuluskan cita-cita, serta mengorban tenaga dan pikiran tidak hanya untuk kepentingan diri semata, tapi digunakan dan dimanfaatkan untuk kepentingan dan cita-cita bersama,” kata Irfendi Arbi.

Menurut Irfendi Arbi, Hari Pahlawan merupakan momen mengenang, mengingat, mengobarkan kembali jiwa dan semangat para pahlawan di dalam diri untuk meneruskan perjuangannya.

“Sebagai generasi penerus, kita harus ingat bahwa merdeka bukanlah akhir dari cita-cita bangsa akan tetapi merdeka merupakan tonggak awal memajukan bangsa dan negara. Makanya kita harus siap untuk menghadapi berbagai tantangan di era milenial ini dengan terus belajar memaknai perjuangan dan meneruskannya karena hasil jerih payah para pahlawan merupakan warisan yang harus terus dilanjutkan,” ujar Irfendi Arbi.

Selain itu, pungkas Irfendi Arbi, perjuangan kita juga bisa dilakukan dengan cara bekerja dengan giat dan semangat demi keluarga dan menjadi pahlawan di rumah. Dan juga bisa menjadi pahlawan bagi perusahaan di tempat kita bekerja apabila kita bekerja di suatu perusahaan dengan cara bekerja dengan benar jujur dan maksimal. (Ady Parker)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *