Tanjung Balik, Limapuluh kota, Presindo.com.–28 Oktober 2025. Sekretaris Camat (Sekcam) Pangkalan Koto Baru, Depi Peringki, SKM, M.KM, kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung berbagai program strategis di wilayahnya. Kali ini, Depi hadir langsung dalam kegiatan Penetapan Angka Stunting Nagari Tanjung Balik Tahun 2025 yang digelar di Aula Kantor Wali Nagari Tanjung Balik, pada Selasa (28/10).
Peserta dan Unsur yang di undang dalam Kegiatan tersebut berbagai unsur lintas sektor, di antaranya:
1. Camat/Sekcam Pangkalan Koto Baru
2. Kepala Puskesmas Rimbo Data beserta Ahli Gizi
3. Pendamping Desa (PD/PLD)
4. Ketua dan Anggota Bamus Nagari
5. Babinsa dan Bhabinkamtibmas
6. Ketua TP-PKK Nagari
7. Bidan Desa
8. Para Kepala Jorong
9. Kepala UPTD se-Kenagarian Tanjung Balik
10. Kader Pembangunan Manusia (KPM)
11. Ketua Kader Posyandu
12. Ketua KAN
13. Bundo Kanduang
14. Tokoh masyarakat setempat
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari penimbangan dan pengukuran serentak balita bulan Agustus 2025, yang kini menjadi dasar dalam penetapan angka prevalensi stunting Nagari Tanjung Balik tahun 2025.
Hasil rekapitulasi data dari seluruh jorong dibahas bersama oleh unsur Pemerintah Nagari, Bamus, tenaga kesehatan, dan pihak kecamatan untuk memastikan validitas serta ketepatan data stunting di lapangan.
Dalam sambutannya, Sekcam Depi Peringki menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam upaya menekan angka stunting di tingkat nagari. Ia juga memberikan apresiasi tinggi kepada para kader posyandu dan tenaga kesehatan yang menjadi ujung tombak pelayanan masyarakat.
“Sinergi lintas sektor seperti ini menjadi kunci keberhasilan program penurunan stunting. Saya sangat mengapresiasi kerja keras kader-kader dan tenaga kesehatan Nagari Tanjung Balik yang tak henti berkontribusi untuk kesehatan masyarakat,” ujar Depi.
Didalam pencegahan dan pengendalian stunting di kecamatan pangkalan koto baru ada model pengendalian yang telah dilakukan diantara nya
1. Konvergensi.
Semua unsur terlibat dalam pencegahan dan penanganan balita stunting.
Pemerintahan nagari.puskesmas.pkk.DP2KB P3A.TKSK.Kader pembangunan manusia.kader posyandu.bundo kanduang ninik mamak dll.sehingga dengan konvergensi ini hasil nya akan maksimal
2.Edukasi.
Perlunya sosialisasi dan pemahaman kepada masyarakat tentang apa itu stunting.dampak stunting terhadap anak balita dan bagaimana upaya pencegahan penanganan stunting.
3.Responsibiliti.
Kegiatan ini merupakan kegiatan preventif maknanya bagaimana kita mencegah supaya jangan terjadi stunting pada anak balita yang merupakan generasi emas di tahun 2045.
4.Emosional.
Perlunya jalinan emosi antara sebagai pelayanan publik dengan masyarakat.
5.Normatif.
Nilai budaya yang perlu dipertahankan keterlibatan tokoh adat dan tokoh agama.
Dengan model pencegahan yang dilakukan ini mendukung visi dan misi dari bapak bupati/wakil bupati bagaimana mewujudkan lima puluh kota yang bermartabat.maju sejahtera dan berkelanjutan.sehingga masyarakat yang andal sehat produktif dan kompetitif bisa diwujudkan, imbuh Depi.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa penetapan angka stunting bukan sekadar kegiatan administratif, melainkan langkah strategis dalam menentukan arah kebijakan dan program kesehatan masyarakat di tahun mendatang.
“Hasil penetapan angka stunting ini harus dijadikan acuan dalam menyusun program yang lebih tepat sasaran di tahun 2026. Pemerintah kecamatan siap mendukung setiap langkah nagari dalam percepatan penurunan stunting,” tambahnya.
Wali Nagari Tanjung Balik: Momentum Penguatan Komitmen Bersama,
Sementara itu, Wali Nagari Tanjung Balik, Andi Altoni, S.Pt, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah nagari, Bamus, tenaga kesehatan, dan seluruh elemen masyarakat.
“Penetapan angka stunting ini menjadi tolok ukur bagi kita semua. Harapannya, seluruh pihak dapat terus berperan aktif mulai dari tingkat keluarga hingga pemerintahan nagari,”
Angka stunting di Nagari Tanjung Balik tercatat sebagai yang terendah di Kabupaten Lima Puluh Kota. Dari 138 balita, hanya 4 yang mengalami stunting atau sebesar 2,9 persen. Capaian ini membuktikan keseriusan dan kerja sama lintas sektor dalam menekan prevalensi stunting. Dengan semangat kolaborasi dan sentuhan langsung ke sasaran, pemerintah nagari menargetkan penurunan angka stunting hingga 1,5 persen pada penimbangan Februari 2026 mendatang.” ungkap Andi.
Penandatanganan Berita Acara dan Komitmen Bersama,
Kegiatan berjalan dengan lancar dan diakhiri dengan penandatanganan berita acara penetapan angka stunting oleh perwakilan masing-masing unsur yang hadir.
Tindakan ini menjadi simbol komitmen bersama dalam mewujudkan Nagari Tanjung Balik yang sehat, sejahtera, dan bebas stunting.
Kehadiran Sekcam Perkuat Dukungan Pemerintah Kecamatan,
Kehadiran Sekcam Depi Peringki dalam kegiatan ini sekaligus menegaskan peran aktif Pemerintah Kecamatan Pangkalan Koto Baru dalam mendampingi setiap agenda penting di wilayahnya — baik di bidang pemerintahan, sosial, maupun kesehatan masyarakat.
“Kami di tingkat kecamatan akan terus hadir, tidak hanya sebagai pengawas, tetapi juga sebagai mitra kerja nagari dalam memastikan setiap program pembangunan berjalan optimal,” tutup Depi.
Dukungan Dinas Kesehatan Kabupaten Lima Puluh Kota,
Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari Dinas Kesehatan Kabupaten Lima Puluh Kota melalui UPTD Puskesmas Rimbo Data, yang terus berkomitmen memperkuat layanan kesehatan ibu dan anak sebagai bagian dari program nasional percepatan penurunan stunting.
(Eka Yahya)







