Limapuluh Kota, Presindo.com. – Musim kemarau panjang yang melanda wilayah Kabupaten Limapuluh Kota mulai berdampak serius terhadap ketersediaan air bersih. Dua nagari di Rimbodata, yakni Nagari Tanjung Balik dan Nagari Tanjung Pauh, kini terancam mengalami kekeringan.
Kamis 13/11/2025.

Warga di dua nagari tersebut mengeluhkan sulitnya mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Debit air dari sumber utama sumur PDAM mulai menyusut drastis dalam beberapa pekan terakhir.
“Sudah lebih dari satu bulan air sangat sulit didapat. Sumur di rumah banyak yang mulai kering,” ujar salah seorang warga Nagari Tanjung Balik, kamis (13/11/2025).
Kondisi ini semakin memprihatinkan bagi warga yang belum memiliki bak penampungan air di rumahnya. Mereka harus menunggu giliran air datang dari aliran pipa sumur PDAM umum atau menempuh jarak jauh dari rumah masing-masing warga, untuk mendapatkan air bersih.
“Kami terpaksa mencari sungai untuk mencuci pakaian dan air bersih atau mengambil air ke nagari sebelah. Bagi yang tidak punya bak air, keadaannya jauh lebih sulit,” ungkap warga lainnya dari Nagari Tanjung Pauh.
Masyarakat dua nagari ini berharap pada Pemerintah bersama pihak-pihak terkait, agar bisa berupaya mencari solusi termasuk berkoordinasi dengan instansi lainnya untuk melakukan dan mencari kan solusinya air bersih bagi masyarakat terdampak kekeringan pada kemarau khusus nya Rimbodata.
Warga berharap, bantuan air bersih segera disalurkan agar kebutuhan sehari-hari dapat terpenuhi, sambil menanti turunnya hujan di wilayah tersebut.
(Eka Yahya)







