Limapuluh Kota, Presindo.com.– Musim kemarau panjang yang melanda Kabupaten Limapuluh Kota mulai menimbulkan dampak serius terhadap ketersediaan air bersih. Dua nagari di kawasan Rimbodata, yakni Nagari Tanjung Balik dan Nagari Tanjung Pauh, kini mengalami kesulitan pasokan air untuk memenuhi kebutuhan harian masyarakat.

Sabtu 15/11/2025. Menindaklanjuti kondisi tersebut, Pemerintahan Nagari Tanjung Balik dan Nagari Tanjung Pauh bersama Camat Pangkalan Koto Baru bergerak cepat dengan menyalurkan air bersih menggunakan mobil tangki PMI Kabupaten Limapuluh Kota.
Camat Pangkalan Koto Baru, Depi Peringki, SKM., M.KM, bersama Wali Nagari Tanjung Balik Andi Altoni, S.Pt, dan Wali Nagari Tanjung Pauh Dalpen Aperta, turun langsung ke lapangan untuk memastikan pendistribusian air berjalan lancar serta tepat sasaran kepada warga yang terdampak paling parah.
“Kami menerima banyak keluhan dari masyarakat terkait sulitnya mendapatkan air bersih sejak beberapa minggu terakhir. Oleh karena itu, kami berkoordinasi dengan PMI untuk mengirimkan mobil tangki agar kebutuhan mendesak warga dapat segera terbantu. Alhamdulillah, pemerintah daerah merespons cepat kondisi kekurangan air di Nagari Tanjung Pauh dan Tanjung Balik. Untuk jangka panjang, mari kita jaga hutan sebagai sumber cadangan air bagi masyarakat,” ujar Depi Peringki.
Salah seorang warga Nagari Tanjung Pauh mengaku sangat terbantu dengan suplai air bersih tersebut.
“Sudah beberapa hari air sumur kami tidak bisa dipakai. Kalau tidak ada bantuan ini, kami kesulitan untuk memasak dan kebutuhan sehari-hari. Kami sangat bersyukur pemerintah cepat turun tangan,” ungkapnya.
Warga lainnya juga menyampaikan hal serupa. Menurutnya, kemarau tahun ini membuat banyak keluarga hanya bergantung pada bantuan air.
“Air di rumah sudah habis sejak pagi. Dengan adanya mobil tangki ini, kami bisa bertahan beberapa hari ke depan. Kami berharap suplai seperti ini bisa dilakukan secara berkelanjutan selama kemarau,” tuturnya.
Pemerintah kecamatan dan dua nagari tersebut berkomitmen untuk terus memantau situasi dan menambah suplai air apabila kekeringan berkepanjangan masih terjadi di wilayah Rimbodata.
(Eka Yahya)







