Dua Saudara Kembar Putra Syekh Muliadi Resmi Jadi Advokat, Kebanggaan STIH Putri Maharaja

Pekanbaru -Riau, Presindo.com — Di tengah sorotan publik terhadap kualitas dan integritas penegakan hukum di Indonesia, dua saudara kembar alumni Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Putri Maharaja Payakumbuh resmi menapaki profesi advokat. Langkah keduanya menjadi sorotan sekaligus harapan baru bagi lahirnya generasi advokat muda yang mampu menjaga marwah hukum.

Salah satu dari keduanya putra dari Muliadi dan Yanti,  Adv. Vickry Mulyanda, S.H., baru saja dilantik sebagai advokat dalam organisasi Dewan Pengacara Nasional (DPN) di Pengadilan Tinggi Riau. Pelantikan tersebut melengkapi perjalanan saudaranya, Adv. Vickry Mulyandi, S.H., yang sebelumnya telah lebih dahulu dilantik sebagai advokat melalui organisasi Perkumpulan Pengacara dan Konsultan Hukum Indonesia (PPKHI) di Jakarta.

Dengan pelantikan tersebut, dua saudara kembar yang sama-sama merupakan alumni STIH Putri Maharaja Payakumbuh Angkatan V Tahun 2023 ini kini resmi memasuki arena profesi hukum—sebuah dunia yang tidak hanya menuntut kemampuan akademik, tetapi juga keteguhan moral dan keberanian menghadapi berbagai kepentingan.

Di Indonesia, profesi advokat sering berada di persimpangan antara idealisme dan realitas. Tidak sedikit kasus hukum yang menjadi sorotan publik karena dinilai sarat kepentingan, tarik-menarik kekuasaan, hingga konflik kepentingan. Dalam konteks itulah, kehadiran generasi baru advokat muda diharapkan mampu membawa energi perubahan dalam praktik penegakan hukum.

Kedua advokat muda ini juga berasal dari keluarga yang dikenal luas di masyarakat. Mereka merupakan putra dari Syekh Muliadi Ketinggian, seorang tokoh agama sekaligus tokoh masyarakat yang dihormati di wilayah Kabupaten Lima Puluh Kota dan Kota Payakumbuh.
Latar belakang keluarga tersebut dinilai turut membentuk karakter keduanya dalam memahami nilai keadilan tidak hanya dari perspektif hukum positif, tetapi juga dari sudut pandang moral dan sosial.

Dalam perjalanan kariernya, Adv. Vickry Mulyandi, S.H. diketahui bergabung dengan kantor hukum yang dipimpin oleh praktisi hukum nasional Febri Diansyah di Jakarta. Sementara itu, Adv. Vickry Mulyanda, S.H. kini berkiprah di Kantor Hukum RIFERA & PARAMITRA di Pekanbaru di bawah pimpinan Bang Rico, yang juga berada dalam jejaring pembinaan profesional Febri Diansyah.

Langkah tersebut menempatkan keduanya dalam lingkungan profesional yang cukup kompetitif, sekaligus memberi peluang untuk terlibat dalam berbagai perkara hukum yang kompleks di tingkat regional maupun nasional.Ketua STIH Putri Maharaja Payakumbuh, Dr. Eviandi Ibrahim, S.H., M.Hum, menyampaikan apresiasi atas capaian dua alumni tersebut. Ia berharap profesi advokat yang kini mereka emban dapat dijalankan dengan penuh integritas dan tanggung jawab.

“Profesi advokat adalah profesi yang mulia, namun juga penuh tantangan. Kami berharap keduanya mampu menjaga integritas, menjunjung tinggi keadilan, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Di tengah dinamika penegakan hukum yang terus menjadi perhatian publik, perjalanan dua advokat muda ini akan menjadi bagian dari ujian panjang: apakah mereka mampu mempertahankan idealisme ketika berhadapan dengan realitas praktik hukum di lapangan.

Publik tentu menaruh harapan bahwa generasi advokat baru tidak sekadar menjadi pelaku dalam sistem hukum, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperbaiki wajah penegakan hukum di Indonesia.

(Migel Saputra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *