Limapuluh Kota, Presindo.com –– Santernya berita yang membuat heboh masyarakat Limapuluh Kota memancing As Afrion SM, SE, pemerhati daerah Limapuluh Kota, angkat bicara.

“Saya mengutuk keras jaringan pembuat VCS editan yang telah menelan korban dan membuat masyarakat resah. Apalagi kali ini yang diedit adalah video kepala daerah yang digunakan untuk pemerasan. Hal ini bukan hanya kriminal yang merugikan, tapi juga membuat masyarakat resah,” ujar As Afrion, Selasa (31/3/2026), di kediamannya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh sekelompok orang yang ingin merusak pembangunan.
“Masyarakat jangan mudah terprovokasi dengan sekelompok orang yang ingin merusak pembangunan. Apalagi kepada oknum yang membuat narasi-narasi penghakiman yang tidak berdasar, atau menjadikan hal ini sebagai alat politik oleh kelompok yang tidak bertanggung jawab guna merusak kelancaran pembangunan,” tegasnya.

Tidak lupa, As Afrion juga mengajak seluruh warga untuk tetap tenang dan bijak dalam menyikapi isu yang berkembang terkait dugaan kasus yang mengaitkan nama Bupati Safni Sikumbang, karena persoalan ini telah ditangani pihak berwajib.
“Kita sangat berterima kasih kepada tim Cyber Polda Sumbar dalam menjalankan tugas. Pemerasan yang hampir saja terjadi kepada Bupati Limapuluh Kota dapat dicegah dalam waktu cepat. Dengan menyuruh transfer uang satu juta kepada pelaku, pihak kepolisian berhasil memancing pelaku. Keberadaan pelaku pun dapat dikenali serta dilakukan penangkapan oleh tim Cyber Polda Sumatera Barat dalam waktu singkat,” tambahnya.
Dengan telah terungkapnya kasus ini, ia mengajak masyarakat untuk menghormati proses hukum yang sedang berjalan.
“Mari kita serahkan sepenuhnya proses hukum kepada Polda Sumbar dalam mengungkap tuntas kasus ini,” lanjutnya.
Sementara itu, salah seorang tokoh perantau dari Kandis, Riau, H. Maruzaman Dt. Maliputi Alam, mengungkapkan bahwa dirinya telah lama mengenal Bupati Safni Sikumbang.
“Sejak lajang saya telah mengenal H. Safni Sikumbang. Bahkan dari dulu kemana-mana kami selalu bersama. Sangat tidak pantas rasanya dia difitnah dan dizalimi seperti itu. Jika Safni suka melakukan hal-hal seperti yang ditayangkan dalam video editan itu, di Kandis sangat mudah untuk dia melakukan hal tersebut. Tapi itu bukan karakternya,” terang Maruzaman, owner Rumah Makan Uwan Kandis.
Ia juga menambahkan bahwa kehidupan keluarga Safni sangat harmonis.
“Dalam berkeluarga, Safni sangat akur. Hj. Asra Yanti, istrinya, sangat ramah, baik, dan hormat pada suami, sehingga keluarga Safni tetap selalu rukun,” tambahnya.
Maruzaman juga mengaku kecewa setelah mengetahui bahwa pelaku merupakan narapidana yang sedang ditahan di salah satu lapas di Jambi.
“Saya lebih kecewa lagi setelah mengetahui dari media bahwa pelaku yang mengedit video itu adalah narapidana. Ini tentu menjadi bukti bahwa pengawasan di lapas kurang baik. Pembinaan dan pengawasan yang diberikan kepada napi belum maksimal,” ujarnya.
Menyikapi kejadian ini, Budi Febriandi, SP, tokoh muda Limapuluh Kota, turut menghimbau masyarakat agar tidak memperpanjang polemik.
“Mari kita sudahi segala perdebatan yang menghabiskan energi tentang hal ini, apalagi jika mengarah kepada hal-hal yang tidak terkontrol. Kita habisi dugaan-dugaan yang tidak pada tempatnya. Itu hanya akan mengakibatkan suasana tidak kondusif dan tidak produktif. Mari kita perkuat silaturahmi, jaga persatuan dan kesatuan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa masyarakat memiliki tanggung jawab menjaga keharmonisan daerah.
“Sebagai masyarakat, kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga keharmonisan dan marwah daerah. Jangan sampai perbedaan pandangan justru merusak persaudaraan yang telah terjalin,” tegas Budi, yang juga dosen di Politeknik Pertanian Payakumbuh.
Ia juga berharap pemerintah daerah tetap fokus menjalankan tugas.
“Kita berharap Pemerintahan Limapuluh Kota, khususnya bupati, tidak terlalu terpengaruh oleh gonjang-ganjing yang terjadi. Mari tetap menjalankan tugas secara profesional sehingga pelayanan publik kepada masyarakat tidak terganggu. Bupati dan Wakil Bupati beserta seluruh perangkat daerah diharapkan tidak kehilangan fokus dalam melayani masyarakat, melaksanakan pembangunan, dan tugas-tugas pemerintahan di daerah,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menyinggung kondisi global yang turut berdampak pada daerah.
“Apalagi kita sedang menghadapi situasi krisis energi dan ekonomi dunia. Ini juga akan berimbas terhadap kesejahteraan masyarakat di daerah kita,” tambahnya.
Di akhir pernyataannya, Budi mengingatkan masyarakat untuk bijak dalam menggunakan media sosial.
“Masyarakat harus cerdas dalam menggunakan media sosial serta mengawasi anak-anak dalam bermedia sosial. Jangan sampai terjebak oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Apalagi kini sangat marak penipuan, pemerasan, judi online, dan pinjaman online serta bentuk pelanggaran UU ITE lainnya,” tutup Budi, yang juga merupakan salah satu pengurus KONI Kabupaten Limapuluh Kota.
(Tim)







