SARILAMAK,presindo .com — Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota menggelar Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Bencana Tahun 2026 di Stadion Singa Harau, Selasa (15/9/2026). Kegiatan penuh khidmat ini dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Lima Puluh Kota, Ahlul Badrito Resha, yang bertindak selaku Pembina Apel.
Apel ini menjadi momen penting bagi seluruh jajaran pemerintah daerah dan unsur terkait untuk memastikan bahwa seluruh kekuatan personel, kendaraan, serta peralatan penanggulangan bencana berada dalam kondisi benar-benar siap digerakkan kapan saja apabila dibutuhkan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lima Puluh Kota, Zaimar Hakim, S.H., yang bertindak selaku Koordinator Lapangan dalam kegiatan ini, menyampaikan bahwa penyelenggaraan apel bukan sekadar seremonial belaka. Tujuan utamanya adalah memperkuat tingkat kesiapsiagaan sekaligus memastikan terjalinnya sinergi yang kokoh lintas sektor dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana di wilayah Kabupaten Lima Puluh Kota.
“Kami ingin memastikan tidak ada celah yang terlewat. Mulai dari kesiapan personel, kelengkapan sarana, hingga kesigapan berkoordinasi antarinstansi, semuanya harus terpantau dan teruji dalam kegiatan ini,” ungkap Zaimar Hakim.
Berdasarkan laporan resmi yang disampaikan BPBD Kabupaten Lima Puluh Kota, kekuatan yang berhasil dihimpun dalam gelar pasukan ini mencapai sekitar 16 Satuan Setingkat Pleton (SST), dengan rincian pembagian kekuatan sebagai berikut:
– 3 SST dari unsur TNI
– 2 SST dari unsur Polri
– 8 SST dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan instansi terkait
– 3 SST dari unsur organisasi sosial dan kelompok relawan
Secara keseluruhan, jumlah personel yang dikerahkan mencapai 300 orang, yang mewakili komitmen bersama dari berbagai elemen masyarakat untuk menjaga keselamatan dan keamanan warga di tengah potensi ancaman bencana yang sewaktu-waktu dapat terjadi.
Selain kekuatan manusia, kesiapan juga ditunjukkan melalui ketersediaan beragam sarana dan prasarana penunjang penanggulangan bencana yang telah dipersiapkan secara matang, meliputi: motor trail SAR, mobil operasional TNI dan Polri, unit pemadam kebakaran, ambulans dari Dinas Kesehatan dan PMI, mobil dapur umum, alat berat milik PUPR, hingga kendaraan operasional berbagai dinas terkait lainnya.
Wakil Bupati Ahlul Badrito Resha dalam arahannya menegaskan bahwa kesiapsiagaan menghadapi bencana adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas satu instansi saja. Kerja sama yang erat antara pemerintah, TNI, Polri, dan masyarakat menjadi kunci utama agar setiap ancaman bencana dapat ditangani secara cepat, tepat, dan dapat meminimalkan kerugian baik jiwa maupun harta benda.
Dengan berakhirnya kegiatan Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Bencana Tahun 2026 ini, seluruh unsur kekuatan yang telah dikerahkan menyatakan kesiapan penuh untuk bergerak cepat demi keselamatan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Lima Puluh Kota.
(Inyiak ptp)













