Lima Puluh Kota, Presindo.com – Camat Pangkalan Koto Baru, Depi Peringki, SKM, M.KM., turun langsung meninjau lokasi longsor di Nagari Koto Alam, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Lima Puluh Kota, Jumat (6/11/2026).
Kehadiran Camat Pangkalan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah kecamatan terhadap kondisi akses transportasi masyarakat, menyusul terjadinya longsor yang sempat menghambat arus lalu lintas di Jalan Raya Sumbar-Riau, tepatnya di kawasan Kelok 17, Koto Alam.

Setelah beberapa jam dilakukan pembersihan material longsor oleh tim gabungan, jalur utama penghubung Sumatera Barat dan Riau tersebut akhirnya kembali dapat dilalui kendaraan dari kedua arah sekitar pukul 12.00 WIB.
Meski akses jalan telah kembali dibuka, para pengendara tetap diimbau meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi arahan petugas yang melakukan pengaturan lalu lintas di lokasi kejadian.
“Syukur Alhamdulillah, jalan yang terdampak longsor di Koto Alam, tepatnya di Kelok 17, sudah bisa dilalui kendaraan dari dua arah.
Namun, kami tetap mengingatkan para pengendara agar selalu berhati-hati dan mengikuti arahan petugas di lapangan,” ujar Depi Peringki, Jumat siang.
Depi juga mengingatkan bahwa jalur Sumbar-Riau, khususnya di wilayah Kecamatan Pangkalan, memiliki sejumlah titik rawan longsor. Kondisi geografis yang didominasi kawasan perbukitan membuat risiko longsor meningkat, terutama ketika curah hujan tinggi.
Ia meminta pengendara tidak memaksakan diri melanjutkan perjalanan apabila kondisi cuaca tidak memungkinkan, terlebih saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut.
“Di wilayah kita memang terdapat beberapa titik rawan longsor di sepanjang jalur Sumbar-Riau. Karena itu, pengendara harus tetap waspada dan jangan memaksakan diri melintas apabila kondisi tidak memungkinkan, apalagi saat hujan deras,” tegasnya.
Depi Peringki juga mengimbau pengguna jalan agar mengutamakan keselamatan selama melintasi jalur tersebut.
Ia menyarankan pengendara untuk menghentikan perjalanan sementara dan mencari tempat aman untuk beristirahat apabila hujan turun dengan intensitas tinggi.
“Silakan berhenti dan beristirahat di tempat yang aman jika merasa ragu untuk berkendara saat hujan deras. Jangan memaksakan diri, karena terdapat sejumlah titik rawan longsor di sepanjang jalur Sumbar-Riau yang berpotensi membahayakan keselamatan,” imbaunya.
Kembali normalnya arus lalu lintas di Kelok 17 menjadi kabar baik bagi masyarakat dan pengguna jalan yang mengandalkan jalur Sumbar-Riau sebagai akses utama mobilitas dan distribusi barang.
Namun, masyarakat diingatkan bahwa terbukanya kembali akses jalan bukan berarti ancaman longsor telah sepenuhnya berakhir. Kewaspadaan pengendara, kesiapsiagaan petugas, serta pemantauan kondisi kawasan rawan bencana tetap menjadi hal penting untuk mencegah jatuhnya korban jiwa.
(Eka Y)







