Palupuh, Agam, Presindo.com.— Harapan masyarakat Jorong Lurah Dalam, Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, untuk menikmati jalan beraspal belum juga terwujud. Meski sudah melewati tiga periode pergantian bupati, akses utama warga ini tetap dalam kondisi memprihatinkan.
Isu ini kembali mencuat setelah viralnya pernyataan seorang oknum pengacara yang mengaku kemenakan Bupati Agam, dan menyebut bahwa “perbaikan jalan Jorong Lurah Dalam menggunakan dana Pemkab Agam.”
Pernyataan itu langsung dibantah oleh tokoh masyarakat setempat, W Datuak Rajo Naro, yang menegaskan bahwa sejak era Bupati Indra Catri, Andri Warman, hingga Benni Warlis (bupati terpilih 2024–2029), jalan tersebut belum pernah mendapat bantuan pengaspalan dari pemerintah daerah.
“Permasalahan dengan oknum pengacara itu sudah selesai, tapi kami perlu meluruskan fakta. Jalan kami tidak pernah diaspal, bahkan belum tersentuh bantuan apapun dari Pemkab Agam,” ujar W Datuak Rajo Naro saat dikonfirmasi, Selasa (7/10).
Sudah P1, Tapi Tak Kunjung Direalisasikan
Untuk memperkuat data, W Datuak bersama sejumlah wartawan mengunjungi Wali Nagari Pasia Laweh, Ketua Kerapatan Adat Niniak Mamak Sembilan Lurah Dalam, Bundo Kanduang, dan perwakilan pemuda setempat.
Semua pihak sepakat bahwa hingga saat ini tidak ada program pengaspalan yang menyentuh jalan Lurah Dalam.
Hal senada disampaikan Wali Nagari Pasia Laweh, Zul Arfin, yang mengaku sudah berulang kali mengajukan proposal P1 (prioritas satu) ke Pemkab Agam melalui camat, namun belum ada hasil konkret.
“Sudah tiga bupati berganti, kami terus usulkan lewat Musrenbang dan jalur resmi. Tapi hingga kini, belum ada realisasi. Kewenangan kami hanya sampai ke camat, selebihnya ada di pemerintah kabupaten,” ujarnya.
“Apa Kesalahan Kami?”
W Datuak Rajo Naro tak bisa menyembunyikan rasa kecewanya.
“Selama lebih dari satu dekade, kami terus berharap. Proposal sudah kami ajukan, bahkan pernah masuk prioritas satu di Musrenbang. Tapi sampai sekarang, belum juga ada jawaban. Apa kesalahan kami, sampai kampung ini seperti tak dianggap?” katanya dengan nada kecewa, Minggu (12/10).
Kekecewaan warga semakin besar lantaran sejumlah media lokal juga telah menyoroti persoalan ini, namun belum ada tanggapan resmi dari pihak berwenang.
Media yang telah memuat keluhan warga antara lain: beritapayakumbuh.com, balaiwartawan.com, sumbar24jam.com, pressindo.com, yutelnews.com, otonominews.id, cmczone.com, dan nusantaranews.net.
Siap Bertemu Langsung Bupati
Sebagai bentuk itikad baik, W Datuak Rajo Naro menyatakan bahwa masyarakat siap bertemu langsung dengan Bupati Agam Benni Warlis untuk mencari kejelasan.
“Kalau memang berita kami tidak sampai ke Bupati, kami siap datang langsung. Kami hanya ingin kejelasan, kapan jalan kampung kami mendapatkan bantuan pengaspalan,” tutupnya.
Wartawan: Bayu ,Bp.







