JAKARTA, Presindo .com — Kehadiran Bupati Lima Puluh Kota, Safni, dalam agenda Pengukuhan dan Pelantikan Ikatan Keluarga Minang di Jakarta, Sabtu (11/4/2026), dimanfaatkan secara maksimal untuk mempercepat agenda strategis daerah, yakni hilirisasi komoditas gambir.
Di tengah rangkaian kegiatan, Safni melakukan komunikasi intensif dengan pihak PTPN IV yang diwakili oleh Ipan Gumala Siahaan. Pertemuan ini membahas langkah konkret pengembangan industri gambir terintegrasi yang selama ini didorong menjadi prioritas nasional.
Upaya tersebut sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Pertanian Republik Indonesia yang sebelumnya telah membuka jalan hilirisasi gambir, termasuk mendorong studi komparatif ke India. Dari hasil proses itu, pemerintah pusat kemudian mempercayakan peran utama kepada PTPN IV sebagai penggerak industri, mengingat kebutuhan investasi yang sangat besar.
Sebagai langkah lanjutan, PTPN IV menggandeng Universitas Andalas untuk menyusun kajian kelayakan (feasibility study). Dokumen tersebut dijadwalkan dipaparkan pada 14 April 2026 sebagai pijakan dalam menentukan realisasi pembangunan pabrik gambir.
Dalam rancangan yang disiapkan, PTPN IV tidak hanya bertindak sebagai operator industri, tetapi juga sebagai penjamin pasar (_off taker_). Peran ini mencakup penyerapan getah gambir kering dengan harga lebih kompetitif, pengolahan bahan baku daun secara industri, serta pengembangan produk turunan agar tidak bergantung pada satu pasar ekspor.
Safni memastikan, skema hilirisasi ini dirancang inklusif dan tidak akan menggeser peran pelaku usaha lokal. Justru sebaliknya, mereka akan diperkuat dalam ekosistem baru sebagai mitra utama.
Dari Jakarta, Safni juga menjalin komunikasi langsung dengan pengusaha gambir daerah, Yanharlis Susanto yang akrab dipanggil Santo, untuk merumuskan pola kolaborasi antara pemerintah daerah, BUMN, dan sektor swasta lokal.
Model kemitraan yang dibangun menempatkan petani sebagai produsen utama, pengusaha lokal sebagai agregator dan mitra distribusi, sementara PTPN IV berperan dalam pengolahan industri sekaligus menjaga kesinambungan pasokan bahan baku dan produk olahan.
Safni optimistis, dengan dukungan penuh pemerintah pusat, hilirisasi gambir akan segera terealisasi dan tidak berhenti sebagai wacana.
“Insha Allah, jika komitmen pemerintah pusat konsisten, maka hilirisasi gambir ini akan benar-benar terwujud,” ujarnya.
Langkah ini menjadi sinyal kuat perubahan arah pengelolaan gambir di Sumatera Barat—dari komoditas mentah menuju industri bernilai tambah tinggi yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan pelaku usaha lokal.
(Tim)






