Deni Asra: Program MBG Buka Lapangan Pekerjaan dan Tingkatkan Perekonomian Masyarakat

Limapuluh Kota, Presindo.com  – Program makan bergizi gratis (MBG) adalah salah satu langkah strategis dalam mewujudkan visi Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo. Ini diluncurkan untuk mendukung salah satu dari delapan misi asta cita , yaitu memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM). Dalam pelaksanaan, MBG bertujuan untuk mengatasi masalah gizi buruk dan stunting di Indonesia.

Sekaligus mendukung tumbuh kembang anak-anak, kesehatan ibu hamil dan ibu menyusui, serta meningkatkan kualitas pendidikan di tanah air. Selasa, 1/7/2025.

Tokoh Masyarakat Limapuluh Kota, atau mantan Ketua DPRD Kabupaten Limapuluh Kota, Deni Asra mengatakan ia menyambut baik, bahwasanya program utama dari Bapak Prabowo sebagai Presiden Republik Indonesia. adalah, bagaimana Indonesia ini, mendapatkan gizi yang terbaik bagi anak-anak kita yang ada di Indonesia.

Kedua, tentu kita punya programnya, bagaimana Dapur Sehat ada di seluruh provinsi yang ada di Indonesia. Dan setelah itu, tentu ini barangkali perlu kita kembangkan ke seluruh lapisan masyarakat, bahwasanya ini bertujuan untuk bagaimana ke depannya anak-anak Indonesia itu sehat, kuat, dan cerdas.

“Sehingga tahun 2025 ini, Bapak Presiden menargetkan terbangunnya 7.000 Dapur Sehat di seluruh Indonesia. Sampai hari ini kami mendapatkan informasi bahwasanya baru sekitar 1.800 lebih dapur yang sudah running di Indonesia”

Deni, menambahkan makanya, 6 bulan ke depan ini, perlu percepatan untuk bagaimana target 7.000 ini bisa tercapai di semua kawasan yang ada di Indonesia. Oleh karena itu, berkaitan dengan di 50 kota, kita dapat sampaikan bahwasanya geliat ini sudah mulai muncul.

Begitupun yang baru jalan, atau running itu baru 6 bulan. Tetapi, kami mendapatkan informasi bahwasanya sudah banyak yang menuju izin, kemudian sudah mendapatkan ID Dapur. Dan kami tetap optimis bahwa sampai target yang diberikan, semoga kita bisa minimalkan 1 dapur per kecamatan bisa kita wujudkan di 50 kota.

“Untuk itu, bagi pelaku ekonomi yang ada di 50 kota, mari kita berangkulan tangan. Kalau ada yang tertarik untuk mendirikan Dapur Sehat di 50 kota, kami siap sedia memberikan informasi yang valid yang betul-betul bersumber dari badan gizi nasional”.

Sehingga tidak ada proses yang kita cedrai, dan tidak ada unsur lainya. Karena memang kita mengharapkan mekanismenya bisa berjalan dengan baik, tanpa ada biaya yang dikeluarkan, dan ini bisa kita dapatkan hasil yang sempurna nantinya. Kami yakin di 50 kota, akan menetapkan target, 1 dapur per kecamatan,” Tutup Deni tegas.

Indra A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *