Seminar Literasi Sejarah Indonesia Dorong Penguatan Identitas dan Revitalisasi Warisan Banten

Lebak, Presindo.com.
18 November 2025 — Seminar Literasi Sejarah Indonesia yang diselenggarakan oleh Kementerian Kebudayaan menghadirkan tiga narasumber utama yang menegaskan pentingnya literasi sejarah sebagai fondasi identitas bangsa serta modal pembangunan daerah.

Oplus_131072

Anggota Komisi X DPR RI, H. Ali Zamroni, menyoroti menurunnya minat baca sejarah di kalangan generasi muda serta maraknya hoaks yang mengaburkan fakta sejarah. Ia mendorong pemanfaatan konten digital edukatif agar sejarah dapat disajikan dengan lebih menarik dan mudah dipahami.

Sekretaris Ditjen Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Wawan Yogaswara, menekankan bahwa transformasi digital merupakan strategi efektif untuk meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap sejarah. Ia mencontohkan digitalisasi tur Banten Lama, aplikasi pembelajaran berbasis AR, hingga dokumentasi budaya sebagai peluang besar bagi pengembangan ekosistem sejarah di Banten.

Sementara itu, akademisi Agil Zulfikar menekankan pentingnya kolaborasi antara riset akademik dan upaya pelestarian situs bersejarah. Ia menyoroti sejumlah bangunan tua di Banten yang membutuhkan perhatian dan penanganan serius agar tidak semakin rusak.

Ketiga narasumber sepakat bahwa Banten memiliki potensi besar dalam bidang sejarah, budaya, dan ekonomi kreatif berbasis heritage. Namun, potensi tersebut hanya dapat berkembang optimal jika didukung oleh literasi sejarah yang kuat.

Seminar ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran kolektif masyarakat Banten terhadap sejarah lokal, sekaligus mendorong pengembangan wisata budaya serta penguatan identitas generasi muda di era digital.

(Eka Y- Agus S)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *